Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Friday, July 31, 2015

Arti sebuah kejujuran

Arti sebuah kejujuran

Di sekolah ternama, ada enam siswi yang bersahabat yaitu Rena, Lia, Desy, Unez, Dinda dan Vony. Mereka sekarang duduk di kelas 9. Suatu hari mereka sedang disibukkan dengan tugas praktik melukis, jam sudah menunjukan 12.30 tetapi mereka belum selesai, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk giliran shalat dzuhur, yang pertama bagian Lia dan Vony.

Setibanya di masjid airnya gak ada jadi mereka turun ke bawah untuk wudhu, karena mukenanya ada satu jadi mereka giliran shalatnya itu pun di bagian kepala mukenanya besar, ketika Lia yang terlebih dahulu tiba-tiba ada Ary (lelaki yang Vony suka) waktu itu Vony jadi salah tingkah apalagi Ary dan teman-temannya masuk masjid untuk shalat, sewaktu Ary lagi wudhu di bawah Vony jadi mengurungkan niatnya untuk tidak jadi shalat walaupun dipaksa-paksa oleh Lia tetapi tetap aja tidak mau dengan alasan mukenanya jelek dan kotor. Lia pun penasaran kenapa Vony jadi begini tidak seperti biasanya.
Waktu itu Lia menyindir Vony “kamu suka ya sama Ary? sampai-sampai gak mau shalat gara-gara mukenanya gini?” dengan gugupnya karena takut ketahuan, Vony bilang tidak. Padahal dari ekspresinya sudah terlihat banget dan itu yang membuat Lia lebih yakin lagi, saat di tempat penyumpanan sepatu hampir saja Lia mengatakan pada semua orang yang tadi terjadi di masjid, namun usaha Lia gagal karena Vony membekap mulutnya dengan kertas yang sedang dipegangnya.

Setelah itu mereka semua berkumpul sambil membicarakan tentang lukisan yang sudah dibuatnya, tetapi tidak dengan Vony, dia sedang menulis di belakang mereka. Tanpa sepengetahuan Vony, Lia membicarakan pada semuanya yang terjadi di masjid, “ehh… tau gak, tadi tuh si Vony gak jadi shalatnya gara-gara malu memakai mukena yang ada di masjid selain itu dia juga malu sama kamu… Ary!” kata Lia. Mereka semua tertawa sambil memandang ke arah Vony, dia pun tidak bisa apa-apa hanya diam dan tertunduk malu, dia tidak habis pikir kalau Lia akan berbuat seperti itu, sekarang yang ada di hati Vony adalah sakit hati dan dendam pada Lia.

Ketika kembali ke kelas Vony duduk sambil tiduran di atas meja, mereka pikir Vony hanya sedang tiduran tetapi ketika Lia melihat ke bangkunya sedang nangis, Lia pun melontarkan kata maafkan beberapa kali tetapi tidak dijawab oleh Vony, kini Lia merasa bersalah dan di situ Lia ikutan menangis. Namun dengan nangisnya Lia, Vony tetap tidak bicara karena sakit hatinya yang terlalu dalam. Memang dari awal Vony tidak pernah bicara sama siapapun kalau Dia suka sama Ary, jadi akibatnya seperti ini. Kalau saja Vony bicara jujur dari awal mungkin teman-temannya tidak akan bilang apalagi mempermalukan Vony di depan semua orang.

Hari demi hari sudah terlewati, tetapi Vony masih menghindar dari mereka. Akhirnya persahabatan yang mereka jalani kini sekarang sudah hancur dan berpisah satu sama lainnya.

Cerpen Karangan: Siti Masturoh
Facebook: Siti Masturoh

KARTU UCAPAN TERAHIR

KARTU UCAPAN TERAHIR

Mesya dan Elika adalah sahabat sejati, dari Kecil mereka sudah berteman. Mesya menganggap Elika adalah saudaranya sendiri, begitu juga Elika. Mereka bersekolah di SDN 045 jakarta, mereka sekelas dan tempat duduknya pun bersama-sama.

Pada suatu hari, Ibu Mesya memberitahukan Mesya akan hari Ulang tahunnya. Mesya sangat senang, ia sangat lupa jika hari itu adalah hari kelahirannya. Mesya bersemangat ingin pergi ke rumah Elika, sahabat sejatinya untuk mengantarkan Undangannya menggunakan sepeda merah jambu. Ia segera berpamitan pada ibunya dan mengucap kan salam, Mesya pun pergi naik sepeda kesukaannya.

Sesampainya di rumah Elika, ia hanya melihat pintu Rumah Elika tertutup rapat. Ia sudah mengetuk pintu rumah Elika berulang-ulang, namun tidak seorang pun yang membukakan pintu untuknya. Ia pun mengetuk pintu rumah Elika sambil mengucapkan salam sekali lagi, dan sekali itu juga tidak ada yang membukakan pintunya.
“aduh.. kemana ya, Elika? Apa ia sedang pergi bersama keluarganya ya? tapi jika ia pergi, ia juga tidak akan ada di pesta ulang tahunku nanti dong.. aduh.. gimana ini?” kata Mesya, ia segera meraih Handphone miliknya dan menghubungi Elika. Namun, Ia tidak menjawab. Mesya pun menelepon lagi, dan tidak di jawab lagi. Ia pun menaiki sepedanya dengan lemas, dan mulai berfikir akan kemana ia agar bertemu dengan Sahabatnya Elika.
“apa aku ke rumah Syasa aja ya? mana tahu Elika ada di sana.. dia kan suka boneka Barbie nya Syasa..” kata nya sambil mengayuh sempedanya kembali, dan sampai lah di rumah Syasa.
“Assalamualaikum.. Syasa..,” katanya sambil mengetuk pintu, untuk kali ini sekali ia mengetuk pintu. Sudah ada orang yang membukakan pintu itu, dia adalah seorang wanita cantik memakai jilbab tidak lain tidak bukan ia adalah Mamanya Syasa. Mesya pun bertanya apakah di dalam rumah itu ada Syasa di sana, Mama Syasa pun memanggil Syasa dan muncul lah Syasa dengan memegang boneka Barbie kesukaannya.
“ada apa Mesya, sampai repot-repot ke rumah ku? Mari masuk dahulu ya…” kata Syasa sambil membukakan pintu lebar-lebar.
“gini lho Sya, apa tadi Elika ada main ke rumah kamu ya?” kata Mesya,
“enggak kok, dari pulang sekolah tadi dia tidak datang main ke rumahku..” kata Syasa,
“aduh.. dia ke mana ya? tadi aku nyusul ke rumahnya, dengan berencana bermain dengannya dan sekaligus untuk mengantarkan undangan ini untuknya. Ini undangan Ulang tahunku nanti malam, oh ya. ini buat kamu, temanya Kerajaan Disney. Jadi kamu harus pakai baju Putri ya, Sya” kata Mesya dengan lesu
“oh, ya? terimakasih, tapi ngomong-ngomong aneh juga ya. kok sudah dua hari ini Elika gak datang ke rumah aku, biasanya jika jam segini dia datang sih” kata Syasa, Mesya mengangguk dan permisi dengan Syasa. Ia pun kembali mengayuh sepedanya, ia pun mencari Elika ke rumah Rangga.
“assalamualaikum, Rangga…” katanya sambil mengetuk pintu
“iya, ada apa?” kata Rangga,
“Rangga, tadi apa Elika datang ke rumah mu ya?”
“tidak kok, dari tadi aku di rumah. Dia gak datang sama sekali dan aku tidak tahu dimana” kata Rangga
“oh, gitu… oh., ini ada undangan buat kamu, hari ini temanya kerajaan Disney. Datang ya, tapi kamu pakai baju Pangeran..” kata Mesya, Rangga menerima undangan itu dengan senang hati. Dan Mesya pun pergi lagi memakai sepedanya, ia masih lesu karena belum bertemu pada Elika. Ia berkeliling dan berkeliling terus sambil menyebarkan undangan Ulang tahunnya, tetapi tidak seorang pun mengetahui dimana Elika sahabatnya.

Akhirnya semua undangan ulang tahunnya itu sudah tersebarkan kecuali undangan Elika, akhirnya ia pulang menaiki sepedanya. Ia tidak sengaja melewati Rumah Elika, kali ini pintu terbuka lebar. Ada sedikit harapan untuk menemui Elika dan memberi undangan itu, namun di sana tidak ada Elika. Yang ada hanya ibunya saja,
“ibu, Elika nya mana ya?” kata Mesya,
“em.. mm.. anu.. ia lagi main di rumah saudaranya, rumah saudaranya itu jauh sekali.. makanya tadi rumahnya kosong… mm.. iya, iya” kata-kata Ibu Elika membuat Mesya lesu, ia pun menitipkan undangan ultahnya untuk Elika pada ibu Elika.

Pada malam perayaan ultah Mesya, semua hadir.. namun satu lagi yang tidak hadir yaitu Elika, sesampai acara di mulai. Elika tidak tampak sedikitpun, Mesya lemas saat meniup lilin.. ia merasa Elika tidak peduli lagi terhadap Acara Ultahnya, dan akhirnya. Ibu dari Elika datang ke rumah Mesya, mimik wajahnya sedih dan mengeluarkan Air Mata.
“Mesya, maafkan ibu. Ibu sebagai Wakil dari Elika datang ke sini untuk memberikan ini pada mu… tolong jangan membenci Elika” kata Ibu Elika sambil mendaratkan air mata, Mesya bingung. Ia pun pelan-pelan dan ternyata isinya:

Sahabatku, Mesya Andrina Winata…
Maafkan aku tidak bisa hadir di acara istimewa mu… yaitu adalah Hari Ulang tahunmu…
Aku sekarang terbaring tidak berdaya di rumah sakit, aku tahu hari ini adalah hari kelahiranmu…
Aku benar-benar tidak bisa bergerak, kata dokter aku menderita kanker Darah… jadi aku tidak bisa datang menghadiri acara ulang tahun mu, aku sudah tahu dari dulu aku menderita penyakit ini. Tetapi aku tidak mau kamu sedih Cuma karena aku.. aku Cuma mau kamu senang, maafkan aku jika aku tidak beritahu kamu selama ini… maafkan aku Mesya…
Mungkin ini adalah Kartu Ucapan Terakhir aku untuk kamu Mesya… maaf kan aku dan Selamat ulang tahun ya Mesya…
Dari sahabat mu…
Elika
Elika Nasya Febrina

Mesya langsung terduduk setelah membaca surat itu, ia lemah terkulai setelah membaca sepucuk kartu ucapan tersebut. Ia tidak bisa berkata apa-apa selain melihat ibu Elika dan kedua orangtuanya, ia lari ke luar dan ingin mengejar Elika. Namun ia dicegah oleh ayahnya, ia pun bertanya Pada Ibu Elika
“ibu.. bu farah.. em.. di.. di.mana Elika bu, bu… bu tolong aku ka..si.. tahu di mana Elika bu!!” kata Mesya gugup
“Elika sudah meninggal Mesya..!” kata Ibu Elika dengan sedih, Mesya sedih dan menangis tersedu-sedu..

Dan itulah Kartu Ucapan Terakhir dari Elika

Cerpen Karangan: Aulia Febi Rahmah
Facebook: Fera Alya

Mama biarkan aku mati

Mama biarkan aku mati


Banyak orang mungkin menganggap Eczema adalah penyakit ringan, apalagi di jaman pengobatan yang sudah modern ini, penyakit semacam ini pasti mudah untuk diobati, tetapi bagi anak laki-laki 5 tahun ini (Morgan) bukanlah hal kecil. Dari umur 4 bulan sudah menderita penyakit Eczema tetapi sampai sekarang belum juga sembuh! Setiap hari harus merasakan sakit yang luar biasa, bahkan saat ulang tahunnya pun harapan dia adalah, "Mama, tolong biarkan aku mati saja."

Papa mama Morgan sudah mencoba segala cara, juga sudah menerima pengobatan dari Inggris (NHS), tapi keadaan Morgan masih tetap sama, tidak ada kemajuan.

Eczema yang diderita Morgan membuat mukanya dan matanya membengkak merah, kulit di kakinya juga mengelupas, sakitnya sampai dia tidak bisa jalan , harus naik kendaraan beroda, yang paling kasihan adalah, sakit seperti ini membuatnya tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, pagi hari juga hanya setengah hari dia pergi sekolah, dan tidak bisa bermain bersama teman-temannya.

Mamanya karena harus menjaga dia akhirnya berhenti dari pekerjaannya, ditambah Morgan adalah anak yang memiliki alergi tinggi, setahun 4 musim harus ada orang yang menjaganya ! Mama pernah berkata dengan sedih, "Kita seperti kehilangan kehidupan. Saat musim dingin, udara dingin di luar dengan udara hangat di dalam rumah, perbedaannya terasa seperti neraka untuk Morgan, sedangkan musim panas Morgan juga tidak bisa keluar rumah karena alergi pada serbuk bunga."

Luka di kulit membuat Morgan tidak bisa serius belajar, bahkan tangannya memegang pensil pun tidak bisa memegang dengan benar karena sangat sakit.
Penyakit ini telah mempengaruhi sifat Morgan, dia sekarang sudah jarang tertawa dan bercerita.

Morgan ini tidak hanya menderita penyakit Eczema tetapi juga mempunyai 20 lebih alergi, seperti telur, kacang, susu, pisang, avocado, kiwi, dan lain-lain, badannya yang sudah lemah masih ditambah penyakit ! Papa mama morgan setidaknya sehari harus 6 kali mengoleskan lotion pada tubuhnya, adiknya yang berumur 1 tahun juga merasakan sakit kakaknya dan membantu mengoleskan lotion.

Yang dilakukan setiap hari sebelum Morgan tidur adalah, mengoleskan lotion, lalu memakai baju pelindung untuk mengurangi rasa sakit, tapi ini malah membuat dia susah tidur.

Akhir-akhir ini Morgan dan mamanya melihat pengobatan di Prancis (Avene Hydrotherapy Centre), pasien harus berendam di pemandian air panas selama 3 minggu terus-menerus, kabarnya sebelumnya ada pasien yang mengalami penyakit seperti Morgan dan berhasil diobati. Morgan dan keluarganya sekarang sedang mengumpulkan biaya, pengobatan di Prancis ini mungkin adalah harapan terakhir mereka.

Banyak orang setelah melihat berita ini ikut sedih dan tidak menyangka kalau penyakit ini sebenarnya adalah Eczema, sampai-sampai pengobatan jaman modern pun belum bisa menangani. Saya yang menulis cerita ini pun sambil bersedih sambil mengetik, semoga Morgan bisa cepat sembuh dan menjalani hidup normalnya kembali!